apa kabar semua di sini admin mau berbagi informasi berupa
artikel tentang jenis-jenis alat ukur listrik dan fungsinya semoga bisa
bermanfaat.selamat menikmati.!!!
Pengertian Alat Ukur Listrik
Alat ukur listrik adalah alat yang digunakan untuk mengukur
besaran – besaran listrik yang mengalir seperti hambatan listrik (R), Kuat Arus
listrik (I), Beda Potensial listrik (V), Daya listrik (P), dan lainnya.
Terdapat dua jenis alat ukur yang digunakan yaitu alat ukur analog dan alat
ukur digital.
Berikut
adalah alat-alat ukur listrik dan fungsinya yang sering digunakan :
1.
Amperemeter
Amperemeter ialah alat yang digunakan untuk mengukur kuat
arus listrik baik untuk arus DC maupun AC yang terdapat dalam rangkaian
tertutup. Amperemeter biasa dipasang berderet dengan elemen listrik. Jika Anda
akan mengukur arus yang mengalir pada sebuah penghantar dengan memakai
Amperemeter maka wajib Anda pasang secara seri dengan cara memotong penghantar
agar arus mengalir melalui Amperemeter.
2.
Ohm meter
Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan
listrik pada rangkaian tertutup atau daya untuk menahan mengalirnya arus listik
pada sebuah konduktor. Besarnya satuan hambatan yang diukur oleh alat ini
dinyatakan dalam ohm. Alat Ohm meter ini menggunakan galvanometer untuk
mengukur besarnya arus listrik yang lewat atau mengalir pada sebuah hambatan
listrik (R) , yang kemudian dikalibrasikan ke satuan ohm.
3.
Voltmeter
Voltmeter ialah alat yang digunakan untuk mengukur besar
tegangan listrik pada sebuah rangkaian listrik tertutup. Voltmeter disusun
secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini
terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite
yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berfungsi
sebagai Anode sedangkan yang di tengah sebagai Katode.
4.
Wattmeter
Wattmeter
ialah alat yang digunakan untuk mengukur power listrik (atau rate suplai energi
listrik) dalam satuan watt untuk rangkaian atau sirkuit apapun.
5.Multimeter
Multimeter ialah alat yang digunakan untuk mengukur listrik
tegangan (Voltmeter), hambatan listrik (Ohm meter), juga arus listrik
(Ampere).Ada dua jenis multimeter , yaitu multimeter digital atau DMM (Digital
Multi Meter) , dan multimeter analog. Kelebihan dari multimeter digital
daripada multimeter analog adalah tingkat ketelitian lebih tinggi dalam
pengukuran. Namun, dari kedua jenis multimeter tersebut dapat mengukur listrik
AC maupun DC.
6.
Megger
Megger berfungsi sebagai pengukur tahanan isolasi dari alat –
alat listrik maupun instalasi – instalasi. Output dari alat ukur ini umumnya
merupakan tegangan tinggi arus searah. Megger ini sering digunakan petugas
dalam mengukur tahanan isolasi antara lain untuk:
a. Kabel instalasi pada rumah-rumah atau bangunan.
b. Kabel tegangan tinggi dan rendah
c. Transformator.
7.
KWH Meter
Kwh Meter ialah alat yang digunakan oleh pihak PLN untuk
menghitung besarnya penggunaan daya oleh konsumen. Alat ini sangat umum
dijumpai di masyarakat. Bagian utama dari suatu KWH Meter merupakan
kumparan tegangan , kumparan arus , piringan aluminium , magnet tetap yang
bertugas menetralkan piringan aluminium dari induksi medan magnet dan gear
mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium.
8.
Oscilloscope (Osiloskop)
Osioloskop ialah alat ukur yang dapat menunjukkan terhadap
Anda ‘gambaran atau bentuk’ dari sinyal listrik dengan menunjukkan grafik dari
tegangan terhadap waktu pada layarnya. Ini sama halnya dengan penggambaran pada
layar televisi. Osioloskop terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah katode (
electrode negative ) pada satu sisi yang menghasilkan pancaran elektron dan
sebuah anode ( electrode positive ) untuk mempercepat gerakannya sehingga
terdeteksi menuju layar tabung. Susunan ini disebut dengan Electrone Gun.
Elektron – elektron disebut pancaran sinar katode karena mereka dibangkitkan
oleh Cathode dan ini menyebabkan osioloskop disebut secara lengkap dengan
Cathode Ray Oscilloscope atau CRO.









0 komentar:
Posting Komentar